Pada 29 Agustus 2026, Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo, Pendiri dan Ketua Yayasan Wadah, merayakan ulang tahunnya di Bali bersama keluarga, sahabat, mitra, dan orang-orang yang selama bertahun-tahun telah menjadi bagian dari sebuah perjalananan hidupnya.
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Celebration of Life 2026 menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mensyukuri perjalanan yang telah dilalui bersama. Bukan semata perayaan bertambahnya usia Ibu Anie, melainkan perayaan atas persahabatan, perjumpaan dan kepedulian selama bertahun-tahun tumbuh bersama.
Mengusung tema,'To Celebrate Friendship and Create Impact', Celebration of Life 2026 merefleksikan cara Ibu Anie memaknai persahabatan: bukan sekadar hubungan yang mempertemukan orang, melainkan relasi yang dirawat, bertumbuh, dan pada akhirnya dapat menghadirkan sesuatu yang berarti bagi sesama.
Bagi Ibu Anie, perayaan kehidupan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pengabdian yang telah ia jalani bersama Yayasan Wadah. Apa yang bermula dari kepedulian terhadap kehidupan masyarakat akar rumput, perlahan tumbuh menjadi sebuah gerakan pemberdayaan yang terus berkembang dan menjangkau banyak orang.
Dari Kepedulian Menjadi Sebuah Gerakan
Yayasan Wadah lahir dari kepedulian Ibu Anie terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang hidup dan bertumbuh di tingkat akar rumput. Nama Wadah, yang merupakan akronim dari “Wanita dan Harapan”, sejak awal bukan sekadar identitas organisasi. Tetapi menjadi ruang untuk tempat kepedulian menemukan bentuknya dalam tindakan nyata.
Bagi Ibu Anie, Yayasan Wadah bukan sekadar sebuah organisasi, melainkan ruang yang memberi kesempatan bagi setiap pribadi untuk mengenali potensi diri, dan menemukan peluang untuk menjadi lebih baik. Semangat Wadah adalah Wadah Cares, Wadah Listens, Wadah Inspires, dan Wadah Stays menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut: mendengarkan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, hadir dalam prosesnya, dan terus berjalan bersama.
Dari semangat inilah berbagai upaya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi terus berkembang. Lebih dari sekadar program, perjalanan Yayasan Wadah memperlihatkan bagaimana kepedulian yang dirawat secara konsisten dapat membuka kesempatan bagi seseorang untuk tumbuh, mengambil peran, dan pada waktunya menghadirkan perubahan bagi lingkungannya.
Transformasi yang Menjadi Saksi atas Perjalanan
Dalam Celebration of Life 2026, Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus sahabat Wadah, turut membagikan pandangannya mengenai transformasi Yayasan Wadah.

Prof. Stella bersama Ibu Anie Hashim Djojohadikusumo, Bapak Hashim Djojohadikusumo, & Wira
Menurut Prof. Stella, perubahan tersebut terlihat dari perjalanan Wadah yang tumbuh secara organik hingga berkembang menjadi organisasi dengan sistem dan tata kelola yang semakin profesional. Perjalanan ini ditandani dengan diperolehnya status Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN ECOSOC) serta sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.
Bagi Wadah, profesionalisme bukan sesuatu yang menggantikan kepedulian yang menjadi akar kelahirannya. Justru melalui sistem dan tata kelola yang semakin kuat, kepedulian tersebut dapat dijaga, diteruskan dan menjangkau lebih banyak orang. Pencapaian ini bukan sekadar pencapaian kelembagaan. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan panjang tentang bagaimana sebuah kepedulian yang sederhana terus dirawat dengan kesungguhan, dapat bertumbuh menjadi gerakan yang semakin kuat.
Ketika Keluarga Menjadi Bagian dari Perjalanan
Perjalanan Ibu Anie dan Yayasan Wadah juga tidak dapat dilepaskan dari keluarga yang selama bertahun-tahun hadir memberikan dukungan.

Sesi sambutan keluarga
Kebersamaan itu terasa dalam sesi keluarga yang menghadirkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo, Ibu Anie bersama putra-putri mereka, Aryo, Sara, Indra, dan pasangan mereka serta cucu-cucunya. Di sana terlihat bahwa perjalanan yang dimulai dari generasi pendiri perlahan telah menjadi cerita keluarga yang lebih luas.
Nilai-nilai yang dibangun sejak awal tidak berhenti pada satu generasi. Seiring perjalanan waktu, generasi berikutnya mulai mengambil peran dengan caranya masing-masing untuk menjaga dan sekaligus membuka kemungkinan baru bagi keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, apa yang dirayakan dalam Celebration of Life bukan hanya perjalanan sebuah yayasan, tetapi juga perjalanan nilai, yaitu nilai yang tumbuh dari keluarga, menemukan jalannya di tengah masyarakat, dan kemudian diteruskan oleh banyak orang yang memilih menjadi bagian di dalamnya.
Merayakan Persahabatan yang Tumbuh Bersama

Ibu Linda Linsmayer, Ibu Christina Ferreros, & Ibu Baljit Kalha
Acara ini menghadirkan para sahabat dan mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan Wadah, di antaranya Linda Linsmayer, Christina Ferreros, Baljit Kalha, Margareth Njoo, Gail Aluwi, Grace Farhani dan masih banyak lagi. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa perjalanan pengabdian tidak pernah dilakukan seorang diri.
Kemudian, dalam salah satu perjumpaan melalui sesi Coffee Morning bersama The Threads of Life, terbuka ruang berbagi pengalaman mengenai pemberdayaan perempuan penenun sekaligus menjajaki kemungkinan kolaborasi bagi komunitas tenun yang didampingi Yayasan Wadah di Nusa Tenggara Timur.

Sesi Pagi bersama Threads of Life
Di sinilah persahabatan menemukan makna yang lebih luas. Sebuah perjumpaan tidak berhenti pada kebersamaan, tetapi melahirkan kemungkinan kolaborasi baru untuk berbuat lebih banyak bagi sesama.
Pada akhirnya, Celebration of Life 2026 bukan hanya tentang perayaan ulang tahun Ibu Anie Djojohadikusumo, tetapi juga menjadi momen mensyukuri perjalanan hidup.
Sebuah perjalanan yang bermula dari kepedulian, tumbuh melalui persahabatan, dan terus menemukan maknanya melalui dampak yang diciptakan bersama.
Dari kepedulian, lahir sebuah gagasan, yang menumbuhkan sebuah gerakan. Dan dari perjalanan panjang tersebut, semakin banyak orang menemukan ruang untuk bertumbuh dan memberi arti bagi kehidupan orang lain.

Suasana hangat di Celebration of Life
Disinilah makna terdalam dari Celebration of Life: merayakan kehidupan dengan mensyukuri kebersamaan, persahabatan dan membuka ruang agar terus berdampak bagi banyak orang.
Penulis: Wahyuning Dwi Wardani Ndraha
Penyunting: Zul Herman, Paula Stela Nova Landowero





