{"id":27895,"date":"2023-11-06T12:08:30","date_gmt":"2023-11-06T05:08:30","guid":{"rendered":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/?p=27895"},"modified":"2023-11-06T12:08:30","modified_gmt":"2023-11-06T05:08:30","slug":"cultivating-empowerment-in-the-umbulharjo-tourism-village","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/cultivating-empowerment-in-the-umbulharjo-tourism-village\/","title":{"rendered":"Menapaki Keberdayaan di Desa Wisata Umbulharjo"},"content":{"rendered":"<p>Nartukiyo adalah Koordinator Pusat Kegiatan Masyarakat Wadah (PKMW) Mutiara Abadi, di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Sehari-hari ia bekerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman. Karena jiwa sosialnya yang tinggi, Nartukiyo mendedikasikan dirinya dan terlibat aktif bersama Wadah Foundation mendampingi masyarakat Umbulharjo.<\/p>\n\n\n\n<p>Komunitas Mutiara Abadi terletak di lereng gunung Merapi, sebuah gunung api yang masih aktif. Pada tahun 2006 Desa Umbulharjo pernah menjadi desa mati, karena ditinggalkan oleh warganya yang mengungsi akibat meletusnya Gunung Merapi. Bencana itu menimbulkan trauma yang dalam bagi warga yang terkena abu vulkanik dari Gunung Merapi. Pada tahun 2006 itu pula Nartukiyo membentuk komunitas Mutiara Abadi yang bekerjasama dengan SOS Children Village untuk membantu anak-anak usia sekolah yang terdampak  erupsi gunung Merapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 2008 Nartukiyo berjumpa dengan Ibu Anie Djojohadikusumo dari Wadah Foundation, yang memiliki kepedulian bersama dalam membentuk masyarakat yang berdaya dan bermartabat. Dalam pertemuan inilah gagasan pembentukan Pusat Kegiatan Masyarakat Wadah (PKMW) Mutiara Abadi di desa Umbulharjo disepakati. Kegiatan masyarakat di PKMW Mutiara Abadi diawali dengan memberikan pendampingan kepada anak dan keluarga yang terkena dampak bencana Merapi melalui trauma healing dan pengetahuan tentang tanda kebencanaan. Perlahan masyarakat dilatih untuk membangun kemandirian anak dan keluarga dalam bidang pemulihan ekonomi produktif. Pelayanan dan dampingan semakin berkembang melalui kegiatan pendampingan belajar bagi remaja, pengembangan seni melalui sanggar tari dan pencak silat, pendidikan keagamaan dengan taman pendidikan Al-Quran (TPQ), serta pengembangan sektor pertanian. Inisiatif ini memberikan kontribusi besar dalam membimbing dan membentuk karakter generasi muda serta meningkatkan pengetahuan agama dan keterampilan seni tradisional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1001\" data-id=\"27900\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27900\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03.webp 1000w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03-300x300.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03-150x150.webp 150w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03-768x769.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-03-12x12.webp 12w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1001\" data-id=\"27902\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27902\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05.webp 1000w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05-300x300.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05-150x150.webp 150w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05-768x769.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-05-12x12.webp 12w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Bersamaan dengan keadaan komunitas yang semakin pulih dari trauma dan melihat potensi Umbulharjo yang besar, Nartukiyo memunculkan ide untuk mengubah daerah yang tadinya mati menjadi destinasi wisata yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Inisiatifnya membuahkan hasil dengan lahirnya Jeep Lava Tour dan Umbulharjo Explore yang merupakan sebuah atraksi wisata yang melintasi aliran lava lereng gunung Merapi dengan menggunakan Jeep dan Sedan Open Cup Era 70-an. Inisiatif yang cemerlang ini membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk berjualan, menyediakan sarana toilet, dan menyediakan sajian kuliner bagi pengunjung, sehingga menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Nartukiyo memastikan bahwa melalui inisiatif ini, manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat di kampung halamannya, Umbulharjo.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1001\" data-id=\"27899\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27899\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02.webp 1000w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02-300x300.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02-150x150.webp 150w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02-768x769.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-02-12x12.webp 12w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1001\" data-id=\"27901\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27901\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04.webp 1000w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04-300x300.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04-150x150.webp 150w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04-768x769.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-04-12x12.webp 12w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1001\" data-id=\"27898\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27898\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01.webp 1000w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01-300x300.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01-150x150.webp 150w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01-768x769.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-01-12x12.webp 12w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Nartukiyo juga memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun sinergi dan kemitraan yang kuat antar masyarakat, pemerintah, dan Organisasi Non Pemerintah. Salah satu wujudnya adalah membangun desa wisata Umbulharjo, Sleman Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Nartukiyo memimpin komunitasnya dengan teladan, mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Saat ini Komunitas Mutiara Abadi mengalami perkembangan yang signifikan. Perlahan masyarakat mencapai kemandirian dan keberdayaannya. Ide yang berasal dari seorang Nartukiyo, telah membawa orang lain untuk berdaya. Anak-anak yang dulunya dibina selama 15 tahun melalui sanggar, pendampingan belajar dan agama  telah menjadi pribadi yang berkarakter dan hidup dengan jiwa sosial yang tinggi dan bersemangat melayani orang lain baik di lingkungan pekerjaan maupun tempat tinggal masing-masing. Sebut saja Dwi Yuan, Suhandani,  Mike dan Jenius . Mereka ada sebagian dari  didikan dan bimbingan Nartukiyo yang berhasil dalam sekolah dan pekerjaan, hingga akhirnya mengabdikan dirinya untuk masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-27904\" srcset=\"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07-1024x683.webp 1024w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07-300x200.webp 300w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07-768x513.webp 768w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07-18x12.webp 18w, https:\/\/wadahfoundation.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Untitled-1-07.webp 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Nartukiyo adalah contoh nyata sosok penggerak yang memiliki gagasan dan kepedulian kepada masyarakat dengan meningkatkan taraf ekonomi di kampung halamannya. Melalui tekad dan semangat dalam menghadapi tantangan, Nartukiyo menunjukkan bahwa dirinya telah berdaya dan bermartabat. Nartukiyo membuktikan bahwa dengan menggandeng masyarakat dan membangun kolaborasi yang kuat, komunitasnya mampu menciptakan perubahan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebelum menghidupi orang lain, diri sendiri harus hidup.\u201d Ini adalah kalimat yang terlontar dari seorang Nartukiyo, yang tekun mendorong masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya agar berdaya sehingga mampu memberi dampak bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"author: Wahyuning Dwi Ndraha\">Author:&nbsp;<\/a>Wahyuning Dwi Ndraha<\/p>\n\n\n\n<p>Editor: Yan Ghewa<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nartukiyo is the Coordinator of Mutiara Abadi, a Wadah Community Activity Center (PKMW) &nbsp;in Umbulharjo Village, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. His main job is a Civil Servant (PNS) at the Sleman Regency Transportation Service. Because of his high social spirit, Nartukiyo dedicates himself and is actively involved with the Wadah Foundation to assist the people of [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27897,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-27895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-economic-development"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27895"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27905,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27895\/revisions\/27905"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wadahfoundation.or.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}